Senin, Januari 07, 2008

Produksi - Pengenalan kamera

Produksi
PENGENALAN KAMERA

Nyolong2 materi kuliah juga tak apa kan? Nih ada bahan mata kuliah produksi. Setelah dibaca ternyata buanyak banget ya jenis kamera itu. Emang seh ga semua bakalan kita pake kalo lagi produksi tapi seengganya tau lah dikit2.

Ada 3 materi di bagian pengenalan kamera yaitu
  1. Jenis Kamera dan lensa
  2. Shooting Format
  3. Shooting Ratio

JENIS KAMERA

Kamera Foto (still photography) Menggunakan pita selluloid, setelah proses pengambilan gambar, selanjutnya laten imej yang belum kelihatan harus diproses lagi dengan pemrosesan secara kimiawi. Menghasilkan gambar tunggal tidak bergerak (still single picture).

Kamera Film/ movie (cinema photography)
Menggunakan pita selluloid, setelah proses pengambilan gambar, selanjutnya laten imej yang belum kelihatan harus diproses lagi dengan pemrosesan secara kimiawi. Menghasilkan gambar hidup atau citra bergerak (motion picture).
Kamera Video (video photography)
Bahan baku kaset video, setelah pengambilan gambar hasilnya bisa langsung dilihat karena terjadinya gambar secara optis dan elektronis. Menghasilkan gambar hidup atau citra bergerak (motion picture).

LENSA KAMERA

Selain lensa standar dan lensa zoom terdapat beberapa Lensa-lensa khusus sering kali dipergunakan untuk menciptakan kesan-kesan tertentu dalam pengambilan gambar yaitu:

Lensa Sudut Besar/lebar (Wide Angle Lens) Dapat memperbesar atau melebihkan perspektif, sehingga jarak antara objek yang berada latar didepan dan objek yang berada dilatar belakang kelihatan lebih jauh dari yang sebenarnya.

Lensa Telefoto (Telephoto lens)
Kedalaman menjadi tertekan, sehingga jarak antara objek latar depan dengan objek latar belakang jauh lebih kecil dari yang sebenarnya.

Lensa Mata Ikan (Fish Eye Lens)
Lensa sudut lebar yang ekstrim, yang membengkokan baik dataran horisontal maupun vertikal serta menghasilkan penyimpangan pada hubungan-hubungan kedalam.

Kamera film dibagi ke dalam tiga kelas (jenis) yaitu:

Kamera Film Mekanik Biasa Kamera film yang digunakan untuk merekam objek visual jika diproyeksikan pada suatu bidang proyeksi akan menghasilkan serangkaian gambar hidup bergerak yang berarti. Hasil tangkapan kamera jenis ini merupakan serangkaian gambar yang jujur, apa adanya, dan sama persis bentuk, wujud, dan ukuran perbandingan antara objek visual yang direkam gambar dan gambar yang menjejak bidang gambar pias film selluloid ataupun bidang proyeksi sebesar 1,33 : 1 (panjang :tinggi). Ukuran lebar emulsi pias film selluloid ada dalam ukuran 8 mm, 16 mm, dan 35 mm, sehingga model kamera film mekanik pun terdiri dari tiga model ukuran diatas.

Kamera Film Elektrik Kamera ini cara kerjanya serba listrik dan menggunakan pias film magnetik. Energi cahaya yang diterima oleh tangkapan lensa kamera masuk dalam fotocell dan diubah menjadi bentuk energi listrik (impuls electric) sebelum direkam pada pias film magnetik. Kamera film elektrik merupakan hasil kemajuan elektronika dengan cara kerjanya serba elektris. Hasil perekaman gambar melalui tangkapan kamera elektrik ini sangat cepat. Selesai melakukan perekaman gambar, saat itu juga hasilnya dapat dilihat.

Kamera Film Khusus
Kamera film khusus ini dibentuk dan dibuat secara khusus karena adanya suatu tuntutan kebutuhan yang mendesak dan utama yang tidak mampu (tidak mungkin) dilakukan oleh kamera film mekanik biasa, yang diantaranya:

Underwater Camera
Kamera film khusus yang digunakan untuk merekam elemen-elemen visual pada suatu kedalaman air, atau didalam laut.

Kamera Cinerama
Kamera film ini berbentuk 3 buah kamera film mekanik 35 mm yang dipadukan sedemikian rupa sehingga mempunyai sudut pandang lebih kurang sebesar 145 derajat. Hasil kamera cinerama ini harus diproyeksikan oleh tiga proyektor yang terpadu pula (interlock) dan menghasilkan gambar proyeksi yang lebih lebar dari ukuran normal, yakni dengan perbandingan gambar 2,95 : 1 (panjang : tinggi) serta gambar pada bidang proyeksi yang saling berebutan tempat. Kini kamera cinerama terdiri atas satu buah kamera saja berukuran (lebar pias film) 65 mm dan menghasilkan rekaman gambar yang dipadatkan.

Kamera Cinemiracle
Kamera ini adalah tiga kamera film 35 mm pada satu induk/ satu kepala dan dilengkapi dengan cermin-cermin ertentu yang khusus. Cara kerjanya sama dengan gambar hasil tangkapan kamera cinerama. Demikian pula dengan gambar hasil tangkapan kamera, harus diproyeksikan oleh tiga pesawat proyeksi terpadu yang dilengkapi pula cermin-cermin khusus. Gambar proyeksi yang dihasilkan berukuran 2,33 :1 dan sambungan gambarnya tidak tampak.

Kamera Technirama
Kamera ini adalah kamera film 35 mm dengan arah gerak luncuran emulsi pias film selluloid secara melintang (horizontal). Gambar hasil tangkapan kamera jenis ini, yakni bentuk gambar yang dipadatkan dengan ukuran gambar 2,35 : 1.
Kamera Techniscope
Kamera ini adalah kamera film 35 mm yang merekam gambar objek pada emulsi pias film selluloid seluas setengah bidang exposed pias film selluloid kamera film mekanik biasa. Jika luas satu bidang exposed pias film selluloid kamera film mekanik biasa terdiri atas empat lubang perporasi film, luas bidang exposed kamera ini seluas dua lubang perporasi film saja.

Kamera Vistavision
Kamera ini adalah kamera film 35 mm dengan arah gerak luncuran emulsi pias film selluloid secara melintang (horizontal) dari kanan ke kiri. Gambar hasil tangkapan kamera ini pada pias film selluloid, yakni bentuk gambar yang di peras, dipadatkan. Ukuran proyeksi yang dihasilkan adalah 1,85 : 1.

Kamera film 65 mm
Kamera ini adalah kamera film khusus yang menggunakan emulsi pias film selluloid berukuran 65 mm. Gambar hasil tangkapan kamera ini harus diproyeksikan oleh pesawat proyeksi berukuran 70 mm karena negatif dari pias film selluloid 65 mm tadi dicetakkan pada pias film berukuran 70 mm. Kamera jenis ini diantaranya, Todd, AO, Super Panavision dan Ultra Panavision.

Kamera Film 3 Dimensi
Kamera film ini khusus dibuat untuk mendapatkan suatu efek gambar yang memiliki kedalaman. Kamera film tiga dimensi disebut juga kamera stereoskopis yang terdiri atas dua buah kamera terpadu yang berjarak sama dengan jarak antara dua mata manusia normal. Cara perekaman gambar suatu objek visual dilakukan oleh dua kamera terpadu tadi dengan terlebih dahulu memberi penghalang tembus pandang berwarna merah pada kamera sebelah kiri, dan warna hijau pada kamera sebelah kanan. Hasil perekaman kamera jenis ini harus diproyeksikan oleh pesawat proyeksi stereoskopis. Penonton yang menyaksikan pertunjukan film tiga dimensi harus pula memakai kacamata stereoskopis dengan warna merah pada kaca kanan dan warna hijau pada kaca kiri.

Kamera Digital
Sesuai dengan perkembangan jaman, jenis kamera yang kini berkembang adalah teknologi digital. Mulai dari jenis handycam hingga kamera digital jenis kamera cinema menggunakan pita selluloid. Kini banyak tersedia kamera dengan pita video yang lebih dikenal dengan kamera video. Jenis kamera yang banyak dijumpai yaitu Video 8/Hi (handycam), VHS/ Super VHS (untuk amatir dan profesional) dan betacam.

Materi kuliah Produksi Iklan Televisi Irwan Tarmawan S.Sn DIII PAKT FIKOM UNPAD (c) 2007

Comments (0)

Posting Komentar